
Sabtu pagi, 9 Agustus 2025, halaman yang masih berupa lahan kosong di kawasan rencana pembangunan kampus baru Akper Patria Husada Surakarta mendadak ramai. Tenda berdiri megah, kursi-kursi tertata rapi, dan bendera merah putih berkibar di sisi kiri-kanan area acara. Di tengah udara pagi yang hangat, langkah-langkah penuh semangat mengiringi para tamu undangan yang datang satu per satu, mulai dari jajaran pejabat, tokoh masyarakat, hingga civitas akademika.
Hari itu adalah momen bersejarah: peletakan batu pertama pembangunan gedung kampus baru Akper Patria Husada Surakarta. Sebuah langkah awal yang bukan sekadar membangun gedung, tetapi juga membangun harapan, visi, dan masa depan pendidikan keperawatan di Kota Solo.
Hadir dalam acara tersebut deretan tamu kehormatan: perwakilan Pembina Yayasan Patria Medica, perwakilan LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah, Plt Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Solo yang mewakili Wali Kota Surakarta, Ketua DPRD Kota Surakarta, Kepala Dinas Kesehatan Kota Surakarta, Camat, Lurah, hingga tokoh-tokoh masyarakat sekitar. Kebersamaan lintas unsur ini seolah menegaskan bahwa pembangunan ini adalah cita-cita bersama, bukan hanya milik satu lembaga.
Puncak acara berlangsung ketika Pak Kelvin Gonatha, Pembina Yayasan Patria Medica, berdiri di podium. Dengan suara mantap namun penuh kehangatan, beliau menyampaikan visi besar di balik proyek ini. “Pendidikan keperawatan yang berkualitas tidak hanya membutuhkan kurikulum dan tenaga pendidik yang hebat, tetapi juga lingkungan belajar yang nyaman, modern, dan memadai. Dengan fasilitas yang tepat, mahasiswa dapat belajar lebih efektif, berkembang lebih maksimal, dan siap terjun memberikan pelayanan kesehatan terbaik untuk masyarakat,” ungkapnya.
Setelah sambutan, tibalah pada prosesi yang menjadi inti acara: peletakan batu pertama. Dengan iringan tepuk tangan hadirin, tiga tokoh utama maju bersama:
- Kelvin Gonatha, Perwakilan Pembina Yayasan Patria Medica
- Tarno, S.Pd., M.Pd, Plt Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Solo mewakili Wali Kota Surakarta
- Adhrial Refaddin, S.IP., M.P.P., Kepala Bagian Umum LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah
Keempatnya bergantian menaburkan semen dan batu ke pondasi yang sudah disiapkan. Simbol sederhana namun sarat makna bahwa pembangunan ini dibangun atas kolaborasi, dukungan, dan harapan banyak pihak.

Prosesi berlanjut dengan pemotongan tumpeng, yang dilakukan bersama oleh keempat tokoh tersebut. Potongan tumpeng pertama diserahkan sebagai ungkapan syukur atas dimulainya pembangunan dan doa agar setiap tahapnya berjalan lancar. Aroma nasi kuning yang khas menguar, menjadi pelengkap suasana hangat di bawah tenda putih itu.
Bagi masyarakat sekitar, kehadiran kampus baru ini diharapkan membawa dampak positif dari meningkatnya aktivitas ekonomi lokal hingga bertambahnya kontribusi nyata di bidang kesehatan. Sebab harapannya juga, kampus ini bukan hanya milik mahasiswa, tapi milik kita semua. Dari sini akan lahir orang-orang yang kelak merawat kita, keluarga kita, dan generasi setelah kita.”
Acara kemudian ditutup dengan ramah tamah yang menghadirkan hidangan penuh kehangatan, diiringi hiburan musik yang menambah keceriaan suasana. Para tamu, mahasiswa, dan masyarakat saling berbincang, bertukar pandangan, dan berfoto bersama di area acara. Momen santai ini menjadi pengikat kebersamaan sebelum semua kembali ke aktivitas masing-masing.
Langit cerah pagi itu seolah menjadi pertanda baik: bahwa perjalanan panjang ini akan membawa Akper Patria Husada Surakarta menuju masa depan yang lebih gemilang, membentuk perawat-perawat muda yang siap berkarya bagi Indonesia, dan mewujudkan visi besar Indonesia Emas 2045.
Di antara batu, semen, tumpeng, ramah tamah, dan rancangan arsitektur, tersimpan sebuah pesan sederhana: membangun gedung memang penting, tetapi yang lebih utama adalah membangun manusia. Dan itulah yang sedang dimulai di sini.

