
Senyum, haru, dan semangat berpadu di Akper Patria Husada Surakarta pada 25 September 2025, saat berlangsungnya Capping Day: momen yang menandai langkah awal mahasiswa tingkat II menuju dunia praktik keperawatan.
Dalam balutan seragam putih bersih, para mahasiswa berdiri tegak di hadapan dosen, dan rekan sejawat. Mereka menerima penyematan topi perawat (capping) dan menyalakan lilin kecil di tangan, sebuah prosesi simbolik yang telah menjadi tradisi penting dalam dunia keperawatan. Momen itu bukan hanya seremoni peralihan, melainkan peneguhan identitas bahwa mereka kini siap menapaki peran sebagai calon perawat yang mengabdi dengan ilmu, empati, dan ketulusan.
Lilin yang dinyalakan dalam upacara ini bukan sekadar atribut simbolis. Ia merepresentasikan cahaya pengetahuan dan semangat kemanusiaan yang harus selalu menyala dalam diri setiap perawat. Api kecil di ujung sumbu menjadi lambang harapan bahwa di tengah gelapnya penderitaan dan ketidakpastian, perawat hadir untuk membawa terang, mendampingi pasien dengan kasih dan kesabaran. Seperti lilin yang rela meleleh demi memberi cahaya, seorang perawat dituntut untuk memberi tanpa pamrih, menjaga semangat pelayanan meski dalam situasi sulit sekalipun.
Simbol lilin juga memiliki akar sejarah yang kuat dalam profesi keperawatan. Ia terinspirasi dari sosok Florence Nightingale, pelopor keperawatan modern yang dikenal sebagai The Lady with the Lamp. Dalam kisahnya, Nightingale berjalan menembus kegelapan malam sambil membawa lampu minyak, merawat para prajurit yang terluka di medan perang. Cahaya dari lampu itu menjadi lambang ketulusan dan keberanian seorang perawat dalam menebarkan harapan di tengah penderitaan manusia.
Tradisi itulah yang diwarisi hingga kini, dan pada Capping Day Akper Patria Husada Surakarta, semangat itu tampak hidup kembali. Saat lilin-lilin menyala bersamaan, suasana berubah hangat dan khidmat. Wajah-wajah muda yang diterangi cahaya lembut itu memantulkan keyakinan baru: bahwa profesi perawat bukan sekadar pekerjaan, melainkan panggilan hati untuk melayani dengan empati dan integritas.
Ketika prosesi berakhir dan lilin perlahan padam, semangat yang lahir dari api kecil itu tidak ikut padam. Ia berpindah ke dalam diri para mahasiswa, menjadi cahaya batin yang akan menuntun mereka dalam perjalanan panjang di dunia keperawatan: dunia yang menuntut ilmu, ketekunan, dan hati yang selalu siap menerangi sesama.
Capping Day di Akper Patria Husada Surakarta bukan akhir dari sebuah perjalanan, melainkan awal dari pengabdian yang sesungguhnya. Karena di setiap langkah seorang perawat, selalu ada cahaya kecil yang terus menyala membawa harapan bagi mereka yang membutuhkan kesembuhan.

